Salam Musikal Sehat,

musicandtherapy hadir di Youtube dalam program "Harmonia"


Bincang seru Terapi Musik bersama dr.Jeff Aloys dan Junior Soemantri - musisi

bagaimana terapi Musik ditinjau dari sisi medis dan musik itu sendiri.

Musik (berasal dari bahasa Yunani ‘musiké téchne’ atau bahasa Latin ‘musica’ = art of the Muses) merupakan pengekspresian, pengungkapan, perwujudan, manifestasi artisik dalam kehidupan manusia. Dalam bahasa Yunani mousiké berarti muse, yang artinya seni atau ilmu pengetahuan yang dikuasai oleh para Muses – sembilan anak-anak dewa Zeus; setiap Muse mewakili satu bidang seni atau ilmu pengetahuan.

Clio (sejarah dan gitar), Euterpe (instrumen Musik dan dialektik), Thalia (komedi, geometri, arsitektur dan agrikultur), Melpomene (tragedi, retorik dan Melos), Terpsichore (tari, harpa dan pendidikan), Erato (cinta dan puisi), Polymnia (geometri dan grammar), Ourania (astronomi), Calliope (keadilan).


Silent Thalia we to th' Earth compare,

For She by music never doth ensnare;

After the Hypodorian Clio sings,

Persephone likewise doth strike the bass strings;

Calliope also doth chord second touch,

Using the Phrygian; Mercury as much:

Terpsichore strikes the third, and that rare,

The Lydian music makes so Venus fair.

Melpomene, and Titan do with a grace

The Dorian music use in the fourth place.

The fifth ascribed is to Mars the God

Of war, and Erato after the rare mode

Of th' Phrygians, Euterpe doth also love

The Lydian, and sixth string; and so doth Jove.

Saturn the seventh doth use with Polymny,

And causeth the Mixed Lydian melody.

Urania also doth the eighth create,

And music Hypo-Lydian elevate.



(Three Books Occult Phil., 1651, II.xxvi)




Music is a universal language


Secara umum, Musik/suara menjadi bahasa bagi seluruh mahluk hidup. Semua yang terdapat di alam semesta ini dapat berkomunikasi melalui ‘Musik’. Mahluk hidup tercipta dari sebentuk energi. Energi tersebut bermanifestasi dalam bentuk raga atau disebut wujud fisik. Dalam raga terdapat pikiran/mind dan jiwa atau soul yang berinteraksi dengan energi di sekelilingnya. Energi memiliki gelombang bunyi dengan frekwensi tertentu. Setiap mahluk memilki frekuensi yang berbeda-beda. Perubahan gelombang energi dalam tubuh mahluk hidup akan memberi pengaruh terhadap seluruh sistem. Pada manusia terdapat 12 sistem tubuh yang akan berpengaruh terhadap mood.

Musik yang merupakan susunan dari gelombang bunyi dengan frekuensi tertentu memiliki beberapa prinsip bunyi;

1. Prinsip resonansi

Tubuh manusia akan memberi respon jika ada getaran atau frekwensi yang masuk. Setiap sel yang terdapat dalam tubuh adalah merupakan resonator bunyi. Sel-sel baru terbentuk pada setiap organ tubuh yang menyebabkan sistem organ tubuh memiliki frekuensi masing-masing. Pada saat kita sakit maka gelombang bunyi akan memberi harmoni pada area yang terinfeksi sehingga frekuensi setiap sel bisa diperbaharui.

2. Prinsip Irama (Rhythym)

Rhythm mencerminkan denyut nadi manusia. Rhythm Musik yang berbeda akan memberi dampak yang berbeda terhadap sistem organ tubuh manusia.

“no motion, no rhythm.No rhythm, no music”

3. Prinsip Timbre dan Pitch

Perbedaan pitch akan memberi pengaruh yang berbeda pada sistem organ tubuh. Contoh: jantung memberi respon berbeda terhadap CMaj7 atau FMaj7 – natural fourth.

Timbre-warna suara juga memberi respon yang berbeda, tergantung jenis alat Musik ataupun pita suara manusia/mahluk hidup.

4. Prinsip Bunyi dan Energi

Bunyi merupakan ekspresi dari energi dan tubuh manusia terdiri dari sistem energi, maka tubuh akan dipengaruhi oleh jenis-jenis energi. Bunyi sebagai gelombang suara juga bisa dipengaruhi oleh frekuensi dari berbagai energi. Seperti frekuensi dari warna, fragrance, elektomagnetik, dan sebagainya. Getaran tersebut dapat bermanfaat bagi tubuh atau justru merusak sistem yang telah ada.

Berdasarkan prinsip-prinsip bunyi tersebut, maka semakin disadari bahwa Musik membawa pengaruh yang kuat terhadap sikap dan karakter manusia.


You are what you hear

Setiap hari kita mendengarkan berbagai macam Musik. Melalui radio, ipod maupun Musik yang tidak sengaja kita dengar saat berada di tempat umum.


Musik yang kita dengarkan sehari-hari menentukan karakter dan kepribadian manusia. Secara teori hal ini sudah dibuktikan oleh Pythagoras dan pada kenyataan yang ada saat ini, kita dapat merasakan perubahan dalam diri sendiri saat mendengarkan Musik jenis tertentu.


Dalam sistem indera pendengaran, Musik atau gelombang suara yang masuk ke dalam telinga, langsung di proses oleh otak manusia. Otak manusia membentuk suatu sirkuit yang memiliki banyak jaringan dan menghubungkan seluruh sistem dalam tubuh. Saat Musik masuk ke dalam tubuh dan di proses oleh otak, maka sistem tubuh akan memberi respon, bisa respon yang positif maupun respon negatif.

Musik tidak memberi dampak langsung terhadap kondisi fisik - Musik tidak menyebabkan patah tulang misalnya, akan tetapi Musik memberi efek secara psikologis yang berarti memberi dampak jangka panjang. Proses dalam jangka panjang ini akan memberi efek sistem tubuh manusia, jika efek positif maka akan meningkatkan kualitas hidup seseorang, namun jika efek negatif maka akan menyebabkan banyak kesulitan (depresi, tidak percaya diri, tidak peduli dengan lingkungan/anti sosial dsb).

Mendengarkan Musik yang indah (menurut persepsi masing-masing manusia) tidak akan bermanfaat jika tidak di dukung oleh faktor-faktor lain. Otak manusia akan membuat koneksi antara apa yang di dengar, di lihat, di rasakan sampai dengan apa yang di makan. Misalnya, saat seseorang berusaha keras meningkatkan kualitas hidup dengan mendengarkan Musik 'bermutu' namun di lain sisi, setiap hari menonton acara gosip di televisi.

Dengan demikian kita dapat melihat dengan jelas bahwa Musik memberi pengaruh secara sosial dan emosional hingga sampai pada daya kognitif manusia.

Pilihan ada pada setiap individu, mau mendengarkan Musik yang indah dan ditunjang oleh kegiatan yang positif atau mendengarkan Musik yang indah tapi tetap tidak peduli dengan lingkungan atau bahkan mendengarkan Musik yang 'kurang bermutu' ditambah lagi lingkungan yang mengandung 'polusi tingkah laku'.

Suatu bangsa dapat dinilai dari budayanya, dimana Musik menjadi bagian dari budaya tersebut.


Mind, Body and Soul


Waktu berputar tanpa ada yang bisa menahan. Sekian lama terlewati, sekian juta suara/Musik tersimpan dalam memori otak. Apakah masih bisa dipilah semua yang masuk ke dalam otak/mind? Siapa yang sanggup menyaring atau bahkan sekedar membagi menjadi 'kotak baik' dan 'kotak jahat'.

Mungkin tidak ada yang sanggup, jadi bagaimana selanjutnya?

Siapa yang terlibat dalam pemilihan Musik dalam dunia microcosmos ini?


1. Mind/Otak

Pikiran manusia menampung semua informasi yang datang. Merekam dan menyimpan secara acak. Penyimpanan bisa sewaktu-waktu keluar kembali - loading from memory, yang dipengaruhi oleh situasi, mood, hormon, trauma, indera perasa, penciuman, pendengaran dan sebagainya. Pikiran tidak punya waktu untuk menyaring file yang masuk, otak sibuk memerintah, sibuk bekerja kembali untuk mengolah semua informasi tersebut untuk kemudian mengirimkan kepada Body/Tubuh/Raga.


2. Body/Raga

tubuh menjalankan fungsinya sebagai penerima perintah dari otak/mind. Raga ini menjadi lelah saat teringat peristiwa sendu melalui melodi pilu #eeaa Tiba-tiba air mata jatuh berderai, teringat akan kisah sedih. Musik telah mengeluarkan kembali ingatan masa lalu. Raga hanya mengikuti arah yang ditunjukkan oleh pikiran. Pikiran menuju kepada hormon endorphin, maka raga akan melompat dengan kekuatan penuh, tak peduli seberapa jauh dia akan kelelahan. Siapakah yang memegang kendali atas mind? Yak! Soul/Jiwa


3. Soul/Jiwa

Jiwa/roh/soul yang memegang kendali. Semua penghuni jagat raya ini memiliki tugas yang harus diselesaikan. Dan pemegang kitab tugas tersebut adalah soul. Sejak awal Jiwa ditempatkan, maka tugas sudah diembannya. Banyak cara untuk menyelesaikan tugas. Semua untuk satu tujuan, selesai/Finished. Jiwa seakan mengikuti otak/mind, namun sesungguhnya Soul sudah memiliki jalur/track untuk sampai kepada garis akhir (you can say it ;Destiny). Soul akan menemui beribu pengalaman, bahkan pilihan yang diberikan oleh Mind and Body. Ada kalanya soul akan mendapat pendamping (soulmates), namun tidak semua. Kadang soul harus berlari sendiri sampai Finish. - that's why not all who is you think yours soulmates, is the real Soulmates. So be careful when you choose your Soulmates. #note: pls,not too fast decided someone as your Soulmates, it could be only additional player- not as real accompaniment.


Finally, now we know how Music has the biggest part in our brain to decided what we should do. And according to all, the Soul is the one who controlling. The Soul picks which Music that can deliver/accompany until the finish line. What Music you hear, that kind of the real you, the etheric of yours. No one can change, nothing can be replaced. Your Music, your frequency who comes to the universe, is the same Frequency, will bring you back to the Universe.